SHAREWARE Adalah: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Contohnya

SHAREWARE Adalah – Membahas tentang software / aplikasi yang bisa kita gunakan saat ini, memang ada banyak sekali jenisnya. Ada yang berbayar tapi ada juga yang gratis. Tapi tahukah apa yang dimaksud dengan teknologi aplikasi shareware?

Memang sebenarnya shareware hampir mirip seperti dengan freeware, hanya saja shareware lebih kompleks. Untuk mengetahui penjelasan lebih detail mengenai apa itu shareware dan apa saja jenis dan contohnya simak ulasan di bawah ini.

Pengertian Shareware

Shareware adalah salah satu jenis perangkat lunak (software) atau aplikasi, yang dibagikan secara gratis atau cuma-cuma kepada seluruh pengguna dari berbagai penjuru negeri.

Hanya saja, shareware sendiri ada pembatasan untuk fitur-fitur dan waktu dalam menggunakannya.

Pada umumnya, shareware hanya bisa digunakan selama 30 atau 60 hari. Waktu tersebut adalah masa percobaan gratis (trial) untuk menikmati beberapa fitur dari sebuah shareware. Setelah melewati masa trial, biasanya shareware akan terkunci. Atau shareware masih bisa digunakan (dibuka), tetapi beberapa fiturnya akan non-aktif secara otomatis. Jika waktu percobaan sudah habis, pengguna masih bisa menikmati kembali shareware tersebut. Asalkan, pengguna membeli lisensi shareware dari pengembang.

Atau melakukan pembelian resmi di penyedia shareware tersebut. Biasanya, harganya akan dicantumkan pada bagian depan ketika pengguna membuka shareware tersebut. Pengguna juga bisa melihat harganya pada website resmi dari shareware tersebut.

Fungsi shareware adalah membiarkan setiap pengguna (orang) mencoba fitur software tertentu secara cuma-cuma. Atau dengan kata lain, fungsi shareware adalah mengenalkan sekaligus memberikan demo gratis untuk sebuah shareware yang bisa digunakan oleh setiap orang.

Selain itu juga mendorong pengguna untuk membeli lisensinya atau upgrade versi lengkap dari sebuah shareware, agar lebih bisa leluasa menikmati fitur yang lebih banyak lagi. Shareware sebenarnya bertujuan untuk media pemasaran.

Contoh shareware adalah Internet Download Manager, CorelDraw, Microsoft Office, WinRAR dan sebagainya.

Jenis-Jenis Shareware

gambar Demoware
gambar Demoware

Secara umum, jenis-jenis shareware ada 5. Berikut jenis-jenis shareware di antaranya adalah:

1. Demoware

Pertama Demoware adalah jenis shareware versi trial yang menyediakan demo pada sebuah program. Demoware dibagi menjadi:

  • Trialware: adalah demoware yang menyediakan semua fitur dalam batasan waktu tertentu. Jika masa trial berakhir, pengguna masih bisa menggunakan fitur tertentu. Tapi bisa juga aplikasi benar-benar dinonaktifkan vendor. Sehingga, pengguna harus membeli lisensinya untuk bisa memakai aplikasi tersebut lagi.
  • Crippleware: adalah demoware yang menyediakan fitur tertentu dan pengguna tidak membeli full version dari aplikasi tersebut. Tentu saja dengan batasan fitur dan waktu pemakaian. Selain itu, ciri khas lainnya dari crippleware adalah adanya watermark ketika digunakan. Contoh umum dari crippleware adalah aplikasi edit foto maupun video.

2. Freemium

Freemium adalah software dengan fitur lengkap, sekaligus menawarkan penggunanya untuk membayar/membeli versi premium dari software tersebut. Jadi, freemium menyediakan fitur-fitur dasar yang gratis, tetapi untuk fitur khusus atau fitur VIP-nya, pengguna harus membayar/membelinya. Contoh freemium adalah Avast Free Antivirus.

3. Adware

Adware atau Advertising-supported software adalah perangkat lunak yang menampilkan iklan sebagai sumber pendapatan/pemasukan bagi pengembangnya. Nah, jenis shareware ini biasanya akan menampilkan iklan ketika proses instalasi berlangsung atau pun juga saat sedang menggunakannya.

Adware adalah jenis shareware yang juga mampu mendeteksi informasi dari sistem yang dipakai oleh pengguna untuk kemudian dibagikan pada vendor. Maka dari itulah, shareware pun bisa menampilkan iklan sesuai minat penggunanya.

Pengguna juga harus berhati-hati. Karena, Adware juga dapat menjadi software yang berbahaya bagi komputer/PC/laptop pengguna. Contoh adware misalnya DesAd, Fireball, Adblock Plus dan sebagainya.

4. Nagware

Nagware adalah jenis shareware yang menginformasikan atau menampilkan pesan setiap saat, kepada penggunanya agar membeli atau membayar aplikasi sebelum masa trial habis. Informasi tersebut ada yang disampaikan saat software tersebut dibuka atau selama digunakan. Contoh nagware adalah WinRar, Spotify dan sebagainya.

5. Donationware

Donationware adalah shareware yang akan menyediakan aplikasi dengan fitur lengkap tetapi dengan menarik pembayaran dengan nominal bebas (tidak dipatok banyak sedikit jumlahnya). Karena pembayaran jenis shareware ditujukan untuk donasi. Jadi memang, donationware adalah aplikasi menghasilkan pendapatan untuk kepentingan nirlaba.

Kelebihan dan Kekurangan Shareware

gambar ilustrasi Shareware
gambar ilustrasi Shareware

Ada berbagai kelebihan dari shareware sehingga banyak peminatnya, di antaranya adalah:

  • Shareware didistribusikan ke seluruh dunia, sehingga bisa digunakan oleh siapapun dan dimana pun.
  • Software bisa digunakan secara gratis, dengan masa percobaan (trial). Sehingga, sebelum membeli sebuah software, pengguna bisa mencoba dahulu.
  • Karena pengguna bisa mencoba software sebelum membeli, maka bisa lebih memahami bagaimana kemampuan, kelebihan maupun kekurangan dari sebuah software.
  • Shareware menyediakan software sesuai dengan kebutuhan. Sehingga, pengguna bisa mencoba banyak software berdasarkan kebutuhan atau keinginannya.
  • Shareware adalah software yang berkualitas dan menjanjikan. Apalagi hak ciptanya dipegang oleh pengembang besar.

Di sisi lain, ada beberapa hal dari shareware yang harus para penggunanya berhati-hati. Adapun kekurangan shareware adalah:

  • Kalau masa trial-nya sudah habis, pengguna sudah tidak bisa lagi membuka maupun memakai software. Ada juga yang bisa dibuka software-nya, tetapi sebagian fiturnya dinonaktifkan vendor.
  • Shareware rentan malware dan resiko keamanan untuk sistem.
  • Iklan pada software juga bisa membahayakan sistem komputer.

Contoh-Contoh Shareware

Gambar Ilustrasi contoh Contoh Shareware
Gambar Ilustrasi contoh Contoh Shareware

Apakah Anda sudah bisa menyebutkan 15 contoh shareware yang populer? Seperti halnya 5 contoh aplikasi shareware berikut ini yang banyak diunduh dan digunakan. Berikut yang tergolong dari software yang bersifat shareware adalah

  • Internet Download Manager (IDM)
Gambar Internet Download Manager
Gambar Internet Download Manager

IDM adalah shareware untuk mengunduh (download) beragam file dari internet, dengan masa trial biasanya 30 hari. Setelahnya, pengguna harus membeli full version-nya.

  • Microsoft Windows atau Microsoft Office

Microsoft office adalah aplikasi kerja yang hampir di-instal oleh semua orang, baik untuk mengolah angka, data, presentasi hingga database.

  • WinRar dan WinZip

WinRar dan WinZip adalah shareware yang digunakan untuk mengompresi atau pun membuka file yang terkompres, dengan format .rar atau .zip.

  • CorelDRAW

CorelDRAW adalah aplikasi desain grafis dengan trial 30 hari. Setelah berakhir, pengguna hanya bisa membuka aplikasi, tetapi sebagian fiturnya sudah non-aktif.

  • Norton Antivirus
  • CyberLink PowerDVD

Penutup

Itulah tadi pembahasan tentang model distribusi perangkat lunak shareware. Dari sejarahnya hingga dampaknya pada industri perangkat lunak modern, kita telah melihat bagaimana model bisnis ini tetap relevan di era digital saat ini. Shareware tidak hanya memberikan keuntungan bagi pengembang dengan memungkinkan pengguna untuk mencoba sebelum membeli, tetapi juga memberikan fleksibilitas dan akses yang lebih luas bagi konsumen.

Dengan begitu, shareware terus menjadi salah satu pilihan utama dalam distribusi perangkat lunak. Semoga pembahasan ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang shareware dan bagaimana model bisnis ini dapat bermanfaat bagi pengembang dan pengguna. Terima kasih telah membaca, dan semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda

Leave a Comment