STEKER Adalah: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Pemasangan

Kembali lagi bersama kami, dalam seri pembahasan yang berkutat pada komponen peralatan elektronika. Kali ini, kami akan mengulik satu benda elektronika bernama steker. Apakah nama ini familiar di telinga Anda?

Steker merupakan nama resmi dari benda yang kerap kita panggil dengan colokan listrik. Mengemban fungsi vital, steker menjadi sebuah kebutuhan pokok dalam dunia listrik, baik dalam kehidupan keseharian maupun professional. Mari simak berbagai hal menarik berkaitan dengan steker, yuk!

Pengertian Steker

Steker adalah nama formal dari colokan listrik yang kerap kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Colokan listrik sendiri merupakan peralatan elektronika penjembatan yang menghubungkan sebuah benda elektroknik kepada sumber listrik.

Steker diperjual belikan secara bebas di toko-toko elektronik di sekitar Anda, dengan variasi jenis bentuk yang berbeda. Menimbang kegunaannya yang begitu penting, hampir setiap rumah tangga dan perkantoran menyetok steker layaknya sebuah kebutuhan primer.

Bentuk desain paling umum ialah berwujud persegi atau kubus, yang dilengkapi dengan 2 kaki logam pada tampak muka, yang digunakan untuk mencolokkan pada stop contact. Ada pula steker yang terbangun dengan beberapa lubang sekaligus dalam satu tubuh.

Fungsi Steker

Fungsi Steker

Kami akan perjelas dengan detail perihal fungsi steker dalam penerapannya sebagai komponen elektronika. Meski kami yakin, banyak orang sudah memahami fungsinya secara umum, namun poin-poin berikut akan memperluas wawasan, mengapa steker wajib tersedia di tempat Anda:

1. Komponen Pengaman

Masih banyak khalayak umum yang tidak mengetahui, bahwa steker adalah salah satu bentuk pengamanan yang dapat meminimalisir terjadinya kerusakan pada benda elektronik dalam penyambungannya dengan sumber listrik.

Dengan memasangkan steker pada sumber listrik, peralatan elektronik tidak harus menancap langsung dengan sumber listrik. Menghindarkan benda elektronik dari sengatan langsung dalam kasus terjadinya arus pendek atau korsleting.

Selain itu, ia bersifat portable, sehingga mudah untuk dipasang dan dicopot sesuai dengan keperluan. Bentuk pengamanan berikutnya adalah melindungi sang pemasang, sehingga Anda tak perlu khawatir akan tersengat listrik. Sebab steker terbuat dari material anti-listrik.

2. Komponen Penjembatan atau Penghubung

Fungsi utama dari steker adalah sebagai sebuah penjembatan dan penghubung antara perangkat elektronik dengan sumber listrik. Alih-alih menancapkan langsung benda elektronik ke sumber listrik, Anda bisa menancapkan steker terlebih dahulu, sebagai media penengah.

Hal ini berhubungan dengan fungsinya sebagai sebuah pengaman juga (pada bahasan sebelumnya). Kelebihan lain dari steker adalah keberadaan colokan yang lebih banyak ketimbang sumber listrik langsung, yang secara monoton, hanya terdiri dari sepasang lubang colokan.

Sehingga, penggunanya dapat memasang beberapa perangkat elektronik sekaligus. Lebih direkomendasikan lagi, untuk memasang kabel penghubung seperti cable reel, sehingga kapasitas yang dapat digunakan jauh lebih banyak.

Cara Kerja Steker

Cara Kerja Steker

Lalu, bagaimanakah menakanisme cara kerja dari steker itu sendiri? Di bawah ini, kami akan menjelaskan langkah-langkah bekerja sebuah steker sebagai sebuah penghubung arus listrik. Perhatikan dengan seksama:

  • Langkah pertama adalah terlebih dahulu memasang steker pada sumber listrik, dan pastikan kerapatan pemasangan.
  • Setelah steker tertancap ke sumber listrik, secara otomatis arus listrik akan langsung masuk mengalirinya.
  • Maka terjadilah runtutan penyaluran arus listrik dari stop contact ke perangkat elektronik yang hendak dipasang. Sehingga device dapat menyala atau hidup, dan bekerja dengan normal.
  • Sebagai catatan: arus listrik akan terputus secara otamatis jika steker tercabut dari sumber listrik. Oleh sebab itu, steker merupakan media keamanan penting yang wajib disiapkan di setiap tempat.

Cara Pemasangan Steker

Meski dapat memanggil tenaga yang lebih ahli, di bawah ini kami akan berikan langkah-langkah pemasangan steker bagi pembaca yang ingin mencoba melakukan pemasangan sendiri. Secara keseluruhan, cara pemasangannya terbilang tidak terlalu rumit, kok!

  • Langkah pertama adalah membuka penutup steker dengan cara melepas baut yang mengikatnya.
  • Pada bagian dalam, terdapat beberapa jenis kabel, yaitu: kabel hitam (kabel fasa), kabel biru (kabel netral), serta kabel hijau & kuning (kabel arde).
  • Langkah selanjutnya Anda hanya perlu menghubungkan antar kabel: kabel fasa dengan kabel netral. Lalu, pasang kabel arde pada bagian ground, dan penyambungan-pun selesai.
  • Pasang kembali baut yang dilepas sebelumnya guna menutup steker, dan tugas Anda sudah selesai!

Jenis-Jenis Steker di Pasaran

Steker Adalah

Saat ini, terdapat beragam jenis variasi desain steker yang dapat Anda temukan di pasaran. Variasi tersebut kami rangkum di bawah ini, menjadi bahan pertimbangan untuk memutuskan, steker mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Simak dan perhatikan dengan seksama, rangkaian jenis steker berikut ini:

1. Steker Jenis Arde

Terdesain dalam bentuk layaknya sebuah tabung dengan kepala berbentuk kubah, steker jenis arde semiripan sama dengan jenis steker bengkok. Perbedaan jelas terlihat dari ukuran kepala colokan yang cenderung lebih besar.

Terdapat bagian cekungan di area kepala steker, yang menjadi tempat pegangan jari untuk memudahkan pengguna untuk mencabut atau memasang. Arde memiliki sepasang kaki (untuk mencolokkan), dan diperlengkapi dengan 2 lubang stop contact pada tampak belakangnya.

2. Steker Jenis Bengkok

Steker jenis bengkok memiliki desain bentuk yang menggambarkan namanya. Ia berbentuk selayaknya huruf F, dengan bagian kepala yang berada di area lekukan. Ia juga terdesain selayaknya garis siku-siku.

Kentungan dari penggunaan steker bengkok adalah ia menjadi satu paket dengan rangkaian kabel, sehingga Anda tak perlu repot-repot mencari kabel tambahan. Selain itu, uraian kabel dapat jatuh dengan rapi dalam satu garis lurus dengan tegas natural.

3. Steker Jenis Adapter

Memiliki tubuh “kekar”, steker jenis adapter ini diciptakan khusus sebagai sambungan bagi stop contact berkaki 3. Tak heran, jika steker ini mendapatkan julukan steker kaki 3.

Terbagi menjadi 2 jenis desain, dimana bagian atas berbentuk trapezium: tempat 3 lubang berada. Di bawahnya ialah bagian kepala colokan yang berbentuk menyerupai tabung.

4. Steker Jenis Gepeng

Steker jenis gepeng terbentuk dalam desain tubuh yang tipis dan ramping seperti namanya, gepeng. Jenis ini menjadi steker paling umum yang ditemui di lingkungan sekitar kita.

Seperti steker lainnya, ia diperlengkapi dengan 2 buah kaki untuk disambungkan ke lubang stop contact. Contoh penggunaan steker gepeng terlihat pada berbagai benda elektronik, seperti TV, radio, dan blender.

5. Steker Jenis T

Berbentuk bidang huruf T, steker jenis T adalah pilihan terbaik bagi Anda yang memerlukan lebih dari satu sambungan. Terdesain special, steker T dilengkapi dengan 3 pasang lubang stop contact pada bagi depan, samping kanan & kiri.

Kepala colokan (dengan 2 kaki colokan) terpasang pada bagian paling bawah tubuh steker. Karena itu pula, ukuran tubuh dari jenis T terbilang lebih besar ketimbang jenis-jenis sebelumnya.

Faktor Kerusakan Steker

Faktor Kerusakan Steker

Steker dalam mengalami kerusakan pada 2 bagian komponen tubuhnya, yaitu: kabel dan kepala steker. Berikut adalah penjelasan mengenai factor terjadinya kerusakan, dan langkah pembenahannya:

1. Kerusakan Pada Kabel

Faktor kerusakan pertama pada sebuah steker terletak pada kabel, dimana mungkin terjadi akibat arus pendek, ataupun factor external seperti gigitan hewan.

Solusi paling benar dalam masalah ini adalah dengan secepatnya mengganti kabel supaya mencegah terjadinya korsleting.

2. Kerusakan pada Kepala Steker

Perlu Anda ketahui, kepala steker ternyata dapat mengalami kerusakan secara tubuh, seperti terjadinya pelonggaran ukuran, meleleh, hingga patah.

Jika kerusakan fisik sudah sangat parah, satu-satunya jalan yang bisa ditempuh adalah menggantinya dengan yang baru.

Penutup

Dengan demikian, kita telah menjelajahi dunia steker, sebuah komponen elektronika yang mungkin sering kita abaikan namun memiliki peran krusial dalam kehidupan sehari-hari.

Dari pengertian, fungsi, cara kerja, hingga jenis-jenisnya, semoga artikel ini memberikan wawasan lebih dalam tentang betapa pentingnya steker dalam menjaga keamanan dan kenyamanan penggunaan listrik.

Perlu diingat bahwa pemahaman mengenai faktor kerusakan juga turut berperan dalam menjaga keandalan steker. Sampai jumpa di artikel berikutnya, dan tetap aman dalam menggunakan peralatan listrik!

Leave a Comment