ADWARE Adalah: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja & Contoh Aplikasi

ADWARE Adalah – Selain freeware dan shareware, kita juga ada yang namanya adware. Apa itu adware? Adware, singkatan dari advertising-supported software, merupakan jenis perangkat lunak yang memasukkan iklan ke dalam aplikasi atau browser pengguna tanpa persetujuan mereka.

Fenomena ini semakin meresahkan pengguna internet karena adware dapat merugikan kinerja perangkat dan mengganggu pengalaman berselancar. Blogpost ini akan membahas secara mendalam tentang ancaman yang ditimbulkan oleh adware, dampaknya terhadap keamanan digital, serta langkah-langkah preventif untuk melindungi diri dari infeksi.

Dengan semakin canggihnya teknologi, pemahaman tentang adware menjadi penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna dalam menjelajahi dunia maya. Mari kita eksplorasi bersama bagaimana mengenali, mencegah, dan mengatasi adware agar pengalaman online tetap nyaman dan aman.

Pengertian Adware

Gambar Adware Adalah
Gambar Adware Adalah

Adware meruapakan singkatan dari advertising supported software.

Pengertian adware adalah sebuah perangkat lunak (software) yang dibuat untuk mendistribusikan dan memunculkan atau menayangkan iklan-iklan online.

Adware akan muncul baik ke komputer maupun ponsel ketika Anda terkoneksi dengan internet dan bahkan mempunyai potensi membawa malware. Lalu, apakah adware berbahaya? Ya, karena adware dimasukkan dalam kategori malware yang berbahaya.

Saking bahayanya, ada potensi data pribadi Anda bocor ke pihak aplikasi adware. Nah, kalau malware adalah program yang menyusup ke komputer dan berpotensi merusak sistem di dalamnya. Sehingga bukan hanya masalah data pribadi. Ada kemungkinan sistem komputer Anda diacak-acak oleh malware.

Untuk fungsi adware sendiri adalah memunculkan atau menampilkan pop up iklan di layar pengguna. Dari sisi pembuat aplikasi, fungsi adware adalah sebagai media pengiklan untuk meraup pendapatan yakni salah satunya dengan cara pay per click.

Dilihat dari bagaimana adware bekerja, berbeda dengan spyware. Karena spyware adalah software yang cara bekerjanya dengan “spy” atau “memata-matai” perangkat lainnya.

Kelebihan adware pun hampir tidak ada. Karena bukan saja membahayakan. Tetapi adware sering membuat pengguna jengkel. Kehadirannya yang berupa iklan pop up, kerap tiba-tiba muncul.

Perbedaan Adware dengan Virus

Gambar Perbedaan Adware dan Virus
Gambar Perbedaan Adware dan Virus

Virus adalah malware yang dibuat untuk menyusup ke sistem komputer. Selanjutnya berpotensi menyerang dan merusak hardware, mengacaukan sistem operasi, hingga mencuri data-data pribadi yang terdapat pada komputer tersebut.

Hal tersebut karena fungsi virus adalah mencari akses untuk bisa masuk ke sebuah perangkat dan mencari informasi pengguna. Sedangkan adware belum pasti membawa virus. Adware hanya mendistribusi iklan. Tetapi seringkali adware membawa malware.

Di antaranya membuat pengguna tak sadar kalau ada software tambahan terpasang. Setting mesin pencari dari browser pengguna juga berpotensi diganti oleh adware.

Cara Kerja Adware

Gambar How Adware Works
Gambar How Adware Works

Untuk Cara kerja adware pun sebenarnya tidak terlalu sulit untuk ditebak alurnya. Cara kerja adware adalah pertama, bisa saja otomatis terpasang ke sebuah perangkat ketika penggunanya sedang online.

Yakni ketika sedang membuka sebuah situs maupun men-download program. Baik situs maupun program tersebut mungkin saja dari sumber yang tidak terpercaya (ilegal). Adware bekerja dengan:

  • Adware tidak sengaja masuk ke situs yang sedang dibuka oleh sebuah perangkat. Khususnya perangkat yang belum dipasangi SSL.
  • Adware bisa mengumpulkan histori web browser tanpa seizin pengguna dan kemungkinan dijual ke pihak lain.
  • Adware melacak histori pencarian maupun aktivitas pengguna saat online. Sehingga nantinya iklan yang ditampilkan ke pengguna tersebut akan relevan.

Pembuat atau pengembang aplikasi adware berusaha mencari penghasilan dengan menyusup ke perangkat yang online. Cara kerja adware dalam mendapatkan penghasilan adalah dengan:

  • Pay per view (PPV) ketika pengguna melihat iklan pop up yang ditayangkan
  • Metode pay per click (PPC) ketika pengguna mengklik iklan yang tampil
  • Pay per install (PPI) ketika aplikasi adware berhasil terpasang pada sebuah perangkat

Jenis-Jenis Adware

Gambar Jenis-Jenis Adware
Gambar Jenis-Jenis Adware

Adware sendiri ada yang membahayakan, ada juga yang masih relatif aman. Nah, dilihat dari tingkat resikonya, jenis-jenis adware adalah sebagai berikut.

1. Adware tidak berbahaya (Legitimate adware)

Adware tidak berbahaya adalah jenis yang sifatnya hanya sekedar mengganggu kenyamanan pengguna saat sedang membuka situs atau aplikasi. Karena, legitimate adware adalah iklan resmi yang ditampilkan oleh pengembang, yang aman, tidak membawa malware dan biasanya sudah diinformasikan sejak awal memasang (install) sebuah aplikasi.

2. Adware berbahaya (PUAs)

Jenis Adware berbahaya adalah jenis adware yang ilegal atau namanya Potentially Unwanted Applications (PUAs), yang kemungkinan terpasang pada sebuah perangkat secara otomatis. Adware berbahaya ini selain mengandung malware, juga bisa saja berisi pornografi maupun spyware. Jenis-jenis PUAs ini adalah:

  • Legal abusive adware PUA, yang tidak membawa malware tetapi mengganggu penggunanya dengan menayangkan iklan yang tidak relevan.
  • Legal deceptive adware PUA, yang membuat penggunanya kesulitan ketika menghapus aplikasi tertentu yang terpasang.
  • Illegal malicious adware PUA, yang membawa malware, spyware dan sebagainya.

Ciri-Ciri Perangkat yang Terinfeksi Adware

gambar Adware komputer
gambar Adware komputer

Untuk tahu apakah perangkat Anda terinfeksi adware atau tidak, maka bisa dicek dengan beberapa tanda-tanda yang ada.

Berikut ciri-ciri komputer/PC/laptop yang terinfeksi adware adalah:

  • Tampilan halaman browser tidak seperti biasanya
  • Banyaknya iklan pop up yang muncul
  • Penurunan performa perangkat (lemot)
  • Penurunan kecepatan internet
  • Seringnya software mengalami crash
  • Adanya add-on atau toolbar yang terpasang dengan sendirinya

Sedangkan ciri-ciri handphone/ponsel terinfeksi adware adalah:

  • Penurunan performa ponsel
  • Baterai cepat habis
  • Ditemukan aplikasi yang tidak pernah diinstal
  • Loading yang lama saat membuka aplikasi
  • Banyak iklan pop up
  • Penggunaan data melonjak, padahal tidak digunakan atau penggunaannya normal

Dampak Kerusakan Adware

Ilustrasi Dampak adware
Ilustrasi Dampak adware

Contoh adware adalah Go.Posisi, Mystart, Babylon, Pencarian Ru atau pun Opencandy. Nah, untuk 20 contoh aplikasi adware lainnya dapat Anda cari sendiri. Khususnya aplikasi yang sudah jelas teridentifikasi sebagai adware oleh antivirus, seperti Microsoft Win32, software antri-spyware.

Lantas, bagaimana dan apa saja dampak yang ditimbulkan dari kehadiran adware yang membahayakan keamanan cyber Anda? Dampak kerusakan yang timbul akibat adware adalah sebagai berikut.

  • Adware berdampak pada performa perangkat yang menjadi lebih lambat.
  • User experience yang kurang menyenangkan dari situs yang dikunjungi.
  • Iklan pop up sering muncul
  • Pekerjaan terganggu sehingga produktivitas terhambat.
  • Dampak terburuknya adalah data atau informasi pribadi Anda yang dicuri.

Cara Menghindari Adware

gambar adware cleaner
gambar adware cleaner

Besarnya dampak yang ditimbulkan akibat penyerangan adware, ternyata juga bisa dihindari. Untuk cara menghindari ancaman adware adalah:

1. Tidak men-download file yang ilegal

Tidak men-download file yang ilegal adalah cara termudah untuk menghindari adware. File atau aplikasi gratis beresiko mengandung adware (malware) di dalamnya.

2. Tidak sembarang klik iklan pop up

Tidak sembarang mengklik iklan pop up yang muncul saat Anda membuka sebuah situs. Apalagi biasanya iklan-iklan tersebut berisikan hal yang tidak baik, seperti pornografi atau judi.

3. Kunjungi situs dengan SSL

Kunjungi situs dengan SSL adalah cara selanjutnya ketika Anda sedang online. Bukalah situs dengan SSL, yaitu yang ada tanda gemboknya di samping link dari situs tersebut. SSL dapat mengamankan perangkat Anda dari ancaman adware.

4. Hapus software yang mencurigakan

Hapus software yang mencurigakan dan terinstal secara mendadak. Misalnya ketika Anda sedang online, mengklik sebuah iklan dan ternyata menginstal aplikasi tertentu yang tidak diinginkan.

5. Update antivirus

Update antivirus adalah jurus yang tak kalah jitu. Jangan terpaku menunggu pembaruan antivirus di perangkat Anda. Anda bisa menggantinya dengan antivirus lain.

6. Perbarui sistem operasi

Perbarui sistem operasi pada perangkat Anda secara rutin. Sehingga akan terpasang proteksi keamanan yang baru dan membuat lebih kebal dari adware.

Penutup

Itulah tadi pembahasan singkat mengenai adware, ancaman yang seringkali menghampiri pengguna internet tanpa disadari. Dalam dunia yang semakin terkoneksi, pemahaman mengenai adware menjadi kunci untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama berselancar online. Melalui artikel ini, kita telah mengeksplorasi dampak negatif adware terhadap perangkat dan keamanan digital, serta menyajikan langkah-langkah preventif yang dapat diambil untuk melindungi diri dari infeksi. Pentingnya kesadaran ini tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan.

Semoga informasi yang disampaikan dapat membantu para pembaca mengidentifikasi, mencegah, dan mengatasi adware dengan lebih efektif. Dengan pengetahuan yang diperoleh, diharapkan pengguna internet dapat menjelajahi dunia maya tanpa khawatir akan potensi ancaman ini. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan online yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi semua. Terima kasih atas perhatian dan semoga artikel ini bermanfaat bagi setiap pembaca.

Leave a Comment